by

Butuh Rehap Jembatan Gantung, Pemdes Tanjung Eran minta Pemda Bengkulu selatan dan Pemprov ada solusi

Bengkulu Selatan – Setungguannews.com
Jembatan gantung penghubung Desa Tanjung Eran Kecamatan Pino menuju Desa Tanjung Menang Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan. Senin(4 April 2023)

Kepala Desa Tanjung Eran Rudi Hartono mengatakan” bahwa pihaknya telah beberapa kali mengajukan kepada pemerintah agar Jembatan Gantung diperbaiki, namun belum juga ada tanggapan dari pemerintah kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Poto Dokumentasi Jembatan Gantung Desa Tanjung Eran

“sudah beberapa kali kita dari pemerintah desa mengusulkan rehab jembatan ini ke Provinsi, namun hingga saat ini belum juga ada perbaikan. Padahal jalan ini adalah salah satu akses utama Warga Tanjung Eran menuju area perkebunan dan lintas kecamatan khusus Desa Kami, kita berharap selaku Pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi dapat memperhatikan jembatan gantung di Desa kami agar dapat dilalui Warga dan mempermudah Warga dalam mengeluarkan hasil perkebunannya,” harapnya

Salah satu warga Desa Tanjung Eran kepada mengungkapkan harapkan kepada pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dan Pemerintah Provinsi Bengkulu agar Memperbaiaki Jembatan Gantung akses jalan ke perkebunan masyarakat.

Poto Dokumenasi lahan pertanian Desa Tanjung Eran

“Kami warga Desa Tanjung Eran untuk perbaikan jembatan gantung agar para petani mudah dalam mengangkut hasil pertanian. Kami sudah lama mengharapkan perbaikan jembatan gantung yang sudah rusak parah”ujar Warga Desa.

“Dengan situasi tersebut mereka (Warga) berharap Pemerintah dapat memperhatikan jembatan gantung tersebut, karena jembatan ini Juga akses utama Jalan Penghubung Dari Desa tanjung Eran kecamatan pino Kedesa Tanjung Menang kecamatan seginim. Mudah-mudahan Pemerintah dapat memperbaiki jembatan ini dalam waktu dekat, yang jelas kami selaku Warga sangat berharap perbaikan jembatan ini,”kata Warga.

Lanjutnya untuk diketahui kondisi jembatan saat ini rusak parah terutama dibagian lantai jembatan beberapa lantai (papan) jembatan sudah banyak yang retak dan lepas

“ kami masyarakat harus mengeluarkan hasil perkebunan dengan menggunakan rakit yang terbuat dari bambu untuk menyeberangi sungai. Yang paling parah dirasakan Warga saat ini mengeluarkan hasil perkebunannya dengan kondisi sungai sedang meluap maka akan tertunda untuk panen dan membawah hasil dari panen tersebut ” tutupnya. (Rd)