Poto Dokumentasi
Bengkulu Selatan – Setunggunnews.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan, Lusi Wijaya, M.Pd, bersama Kabid Kebudayaan Hendra Gunawan, SE, menyampaikan keprihatinan terhadap perubahan budaya tradisional yang mulai terlupakan di daerah tersebut. Fenomena ini disebabkan oleh perkembangan zaman dan teknologi yang terus maju, sehingga dampaknya terasa pada erosi kebudayaan lokal.
Hendra menyoroti ketiadaan pemain seni dendang generasi muda dalam berbagai perlombaan yang diadakan. Kebanyakan pemain yang terlibat sudah berusia lanjut, tanpa kehadiran generasi muda dalam seni tersebut.
“Kami mulai mendengar keluhan dari beberapa guru seni, bahwa kebanyakan anak di sekolah enggan untuk terlibat dalam seni tradisional. Meskipun Pemerintah Desa telah mengadakan berbagai pertunjukan seni, namun minat generasi muda untuk meneruskan seni dendang terlihat minim,” ujar Hendra dalam ruang kerjanya kemarin.
Dalam upaya melestarikan dan memupuk cinta generasi muda terhadap seni tradisional seperti seni dendang dan tari, Bagian Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan telah mengambil langkah dengan mengadakan perlombaan antar sekolah, serta memasukkan pembelajaran seni tradisional ke dalam kurikulum, mulai dari tingkat SD hingga SMP.
Selanjutnya, mereka berencana untuk mengusulkan kebijakan kepada Kepala Dinas agar setiap sekolah wajib menyediakan pelajaran seni daerah, tanpa menggangu mata pelajaran lain. Meskipun muatan lokal sudah ada di sekolah, rencana ini diharapkan dapat diimplementasikan pada tahun ajaran baru 2024-2025.
“Kami memberikan fleksibilitas terkait metode pembelajaran kepada pihak sekolah, terutama guru seni. Yang jelas, pelajaran seni harus terintegrasi dengan muatan lokal. Kami berharap agar kecintaan terhadap seni dapat tertanam dalam jiwa setiap anak, sehingga dapat membentuk karakter yang lebih baik, sesuai dengan nilai-nilai yang tersemat dalam seni tradisional tersebut,” tutup Hendra. (Adv/Rd)













Comment